 Baru dapat kabar, kalau Mak Erot telah meninggal dunia 5 juli lalu dalam usia lebih dari 131 tahun. Tokoh legendaris yg namanya sudah sangat terkenal di seantero jagat raya ini. Penyelamat harga diri lelaki. Mendengar namanya saja sudah memberikan pencerahan bagi setiap lelaki. Sekarang telah tiada. Selamat jalan Mak Erot...jasa2mu tak kan mudah untuk dilupakan. nah sekarang gw mesti kemana nich...;_(
 Lebih dikenal dgn nama Micko Protonema. Telah menghembuskan nafas terakhirnya tadi malam jam 22.00 di bandung karena penyakit jantung. Aku ingat waktu smp suka sekali ndengerin Protonema, terutama lagu Kiranya dan Rinduku Adinda yg sampai sekarang masih gak bosen2 aku dengerin. Selamat jalan mas Micko. semoga amal ibadahmu diterima di sisi-Nya...
semingguan ini banyak wacana perihal kasus di monas tanggal 1 kemaren. banyak yg membicarakan bagaimana mereka ingin FPI dibubarkan, mengecam habib Rezieq & Munarman, mengapa polisi lamban sekali dalam bertindak. tapi ada wacana lain yg lebih menarik buatku. yaitu tentang adanya teori konspirasi bahwa tragedi di monas itu sengaja di bikin oleh pemerintah SBY untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap efek kenaikan BBM. kalau dipikir2 mungkin juga. perihal SBY yg dgn tegas memerintahkan polisi untuk segera menindak FPI, juga di duga adalah usaha markomnya SBY untuk menaikan pamornya di mata masyarakat. kalau itu benar, itu sungguh hebat sekali! bayangkan, bagaimana satu atau sekelompok orang bisa membelokan asumsi / pikiran masyarakat se-indonesia dengan kenyataan palsu seperti itu. bahkan Prof. Xavier pun tidak sehebat itu. dan bayangkan jika orang/kelompok ini dialihkan konsentrasinya untuk membranding atau mengurusi marketing promosinya suatu produk, pasti sangat laku sekali. bahkan kacang telor yg biasa di jual di bis pun bisa menjadi produk yg sangat laku!
kedua adalah teori konspirasi lain yg masih berhubungan dgn kasus diatas. bahwa ada rumor bahwa sebenarnya FPI itu adalah perpanjangan tangan dari polisi. maksubnya, FPI sengaja di bentuk untuk mengerjakan pekerjaan kotor polisi. misalnya? begini, ada teori lagi bahwa polisi itu gak ada dana untuk biaya operasional. mereka mencari dana itu dari biaya keamanan dan tutup mulut perihal aktivitas2 ilegal. misalnya tempat2 hiburan malam atau media2 berbau pornografi. jika mereka tidak mau membayar uang keamanan, maka mereka akan membiarkan (bahkan mungkin menyuruh) FPI untuk menyerang tempat2 itu. dan mereka akan tutup mata terhadap kejadian itu. tapi jika mereka mau membayar uang keamanan, maka mereka akan mencegah agar FPI tidak menyerang mereka. kalau dipikir2 masuk akal juga. mengingat selama ini aksi2 kekerasan FPI tidak pernah ditindak tegas oleh polisi. dan kenapa sampai sekarang mereka tidak dibubarkan walau sudah meresahkan masyarakat? pastinya ada bekingan kepolisian & pejabat untuk kepentingan politik. tapi tentunya itu semua hanya teori. tidak ada bukti nyata perihal hal2 diatas. tapi seandainya semua itu benar, seandainya kita memang hidup dalam suatu skenario yg dikendalikan oleh satu atau sekelompok orang demi kepentingan mereka sendiri, apa reaksi anda? dibawah ini saya mengelompokan 3 golongan yg mungkin bisa merepresentasikan sikap anda.
1. Bagaikan Peter Parker sebelum digigit laba-laba. type pecundang sejati. bego, tolol, kalahan, nerimo nasib melulu. sebenernya sebel sih di perlakukan semena-mena seperti ini. tapa yaa...mau gimana lagi. ngelawan juga percuma, gak mungkin menang. maklum rakyat kecil. paling bisanya cuma berdoa semoga orang2 yg menganiyaya dan berbuat semena-mena itu di bales sama Tuhan di akhirat. nasib....ya nasib...
2. Bagaikan Richard Ashcroft di video clip Bitter Sweet Symphony. anda dengan santainya berjalan lenggang-kangkung gak peduli dengan keadaan di sekitarnya. bodo amat mo orang2 lg kesusahaan kek, lg ribut2, atau politik lg memanas, emang gw pikirin?! yg penting gw masih bisa dugem, band2an, pacaran, maen PS3 / XBOX, dan duit bulanan masih dikirim sama orang tua.
3. Bagaikan Tyler Durden dalam film Fight Club. anda nggak terima hidup anda di kendalikan semena-mena oleh orang2 di atas sana. diam2 anda merancang strategy yg jitu untuk pembalasan lalu merekrut orang2 baru yg sepaham dgn anda dari berbagai golongan, mulai dari tukang ojek sampai orang2 yg mempunyai akses masuk ke dalam pemerintahan. anda merencanakan segala sesuatunya dengan sangat matang. bergerak bersama pasukan anda dengan sangat terorganisasi, militan dan bawah tanah. pada hari H nya, anda akan menculik menantu presidan yg manis itu untuk di sandera dan meledakkan istana presiden sambil bersantai melihat semua itu di salah satu gedung tertinggi di Jakarta.
 beneran, gw kmaren habis ketemu sama Sang Penciptaku. bagaikan Batman ketemu Bob Kane, Spiderman ketemu Spike Lee, na gw ketemu Agil. dia ini temen smp ku. dia orang yg pertamakali memanggilku Dom. klo nggak ada dia, mungkin saat ini aku dipanggil mas Radit. wah...sangat gak cucok sama image gothik yg gw maintance sampai saat ini . aku inget dulu waktu masih smp kelas 1, si agil ini sekelas sama aku. anaknya dari dulu memang suka usil, ndableg. dan waktu itu aku masih bergaya nerd dgn rambut klimis karena kebanyakan pake Brisk. na kalo klimis rambutnya kan jadi wetlook, trus ujung2 rambut bagian belakang jadi tajem2. trus si monyet ini dari belakang suka megang2 rambutku sambil bilang "wah...rambute landep yo. koyok dom" *terjemahanya : wah..rambutnya tajem ya. kayak jarum.* sejak itu semua orang memanggilku dom. aku nya ya seneng ae. setiap kenalan aku pasti pake nama dom. cek ketok sangar...:)) na trus beberapa hari yg lalu pas ak mbuka fs ada new massage. tak liat ya dari si agil ini. dia nggak sengaja browsing liat fs ku. trus janjian ketemu. ketemuanya di joko dolog, ada sekolah broadcast gitu disana. ternyata dia jadi pembimbingnya disana. gila...gw gak ketemu sama tuh anak sekitar 14 tahun. dulu waktu smp pun gak begitu deket. beda tongkrongan. setelah smp gak pernah ketemu sama sekali. sekarang dia sibuk di dunia broadcast, ngajar juga, dah kawin dah punya anak. padahal dulu dia ndableg sekali. tapi ndableg yg usil bukan ndableg mabuk'an kayak yg laen. pernah dia iseng2 nggedor pintu kamar mandi cewek waktu ganti baju buat olahraga sampe pintunya roboh. kontan anak cew itu nangis2 & agil di hukum guru di tengah lapangan..^__^ dia cerita pengalaman dia selama ini ngapa  in aja. dari yg habis selesai kuliah sempet merantau ke jakarta trus berguru sama Slamet Ra ha rjo, belajar ilmu kehidupan, belajar ilmu broadcast, trus ditarik orang buat kerja di sby ngurusin sekolah broadcast & tv lokal baru, arek tv. gw kagum sama si bangsat ini. barusan tadi siang aku maen ke rumahnya yg dari smp aku nggak pernah kesana. trus di kenalin sama anaknya yg baru berumur 1 th lebih. namanya Ajisaka Langit. untung anaknya putih, gak kayak bapaknya. lucu juga meli hat bagaimana dia sangat membanggakan anaknya, bercerita dgn mata berbinar2. rencananya mo mewariskan cb200 nya untuk anaknya. juga cerita dia merekam proses kelahiranya biar kalo nanti anaknya nakal, tinggal diliatin videonya biar dia nurut. bener2 sudah jadi bapak dia sekarang. bener2 family guy...ok dech gil, sukses with your career & nice family. gw yg tadinya dah nge-drop, jadi punya semangat hidup lagi ngeliat loe.
sebenernya aku nggak percaya sama hal2 mistis ato yg gak bisa di jelaskan dgn logika. ruwatan misalnya. mo ngerubah nasib kok ruwatan. klo mo ngerubah nasib ya usaha. tapi kalo dah usaha trus gak kunjung bernasib baik, knapa nggak pake cara alternative? tapi kalo semua orang bisa sukses cuma karena di doa'in / ruwatan buat buang sial, ngapain berusaha? ongkang2 kaki aja gak usah sekolah, gak usah usaha. toh di ruwat ato dgn berdoa juga sudah beres!
kadang orang maunya serba cepet & gampang saja. ya...manusiawi sih. siapa sih yg gak pingin enak. temen2 gw bilang " lo kurangnya cuma berdoa aja, dom". mengingat gw sudah berusaha segala cara selama ini. tapi gw memang kurang mendekatkan diri sama Sang Khalik. ato gw nya yg masih kurang keras berusaha? kurang tepat caranya? ibaratnya mo ngeruk pasir klo mo cepet & banyak ya pake sekop. gw malah pake sendok teh. ya kapan selesainya? mau nggetunya kayak apa ya capek bleh. mungkinkah itu masalahnya? gw belom menemukan & melakukan cara yg tepat untuk menangani masalahku? lagian apa sih susahnya berdoa? nggak ada ruginya juga meluangkan waktu lebih banyak buat Yang Diatas. memang, cuma terus terang saja saya dari dulu nggak terbiasa. dan membiasakan sesuatu yg tidak biasa dilakukan walaupun itu kebaikan, tetap saja sulit. sekarang tinggal seberapa besar niat saya untuk lebih mendekatkan diri sama Tuhan. dan apakah niat saya mendekatkan diri sama Tuhan itu hanya karena saya lagi ada masalah, ato karena alasan lain yg lebih tulus daripada itu semua.
12:24 surabaya
waktu jaman aku sd, begitu banyak film2 kartun yg asyik. salah satunya "Centurions". jagoanya ada yg bisa terbang pake jet & sayap dipunggung. dan sekarang, Yves Rossy mewujudkan mimpi anak2 sedunia tahun 80'an. gila ya...yg dulu dianggapnya cuma mimpi, gak mungkin, sekarang jadi beneran. penasaran, ntar apalagi yg dulunya cuma dianggap khayala n, tapi bakal jadi beneran. sebelum itu, mari kita sama2 teriak: POWER X-TREME!!!      
 Puji Tuhan, Alhamdulilah, Haleluyah...!  Scott Weiland akhirnya diberi pencerahan sama Tuhan untuk kembali ke jalan yg benar! Sejak 1 april lalu Scott resmi keluar dari band gak jelas Velvet Revolver itu dan kembali ke band asalnya, STP. Dan STP akan mengadakan konser 65 kota di Amerika yg akan dimulai pada 17 Mei mendatang. Sebagai pembuka, mereka mengadakan private show di Harry Houdini Estate, Los Angeles, 7 April lalu. Ya seharusnya dari dulu mah gak usah gabung sama musisi2 clasic rock itu. Chemical-nya gak dapet baget, walaupun masih mending daripada Audioslave sich. Kabarnya alasan Scott cabut dari VR karena emang dia sudah gak betah di band itu, lalu ngasih statment mendadak di panggung kalo itu adalah show terakhir mereka yg kontan membuat personel lainya naik pitam. Ya iyalah, sapa juga yg betah ngeband sama musisi2 jadul itu...;  Tapi mengikuti perjalanan bermusik Scott Weiland bersama personil STP lainya seperti dua DeLeo bersaudara Robert (bass), Dean (guitar) dan Eric Kretz (drum) memang sangat unik. Berbeda dari 4 band grunge terbesar lainya yg berasal dari Seattle, STP berasal dari San Diego, California. Mungkin itu yg membuat musik mereka lebih alternative, dinamis & memiliki perkembangan musik yg lebih luas daripada band2 seangkatanya. Scott seringkali bersitegang dgn personel STP lainya karena masalah kecanduanya dgn drugs. Sempat dulu dia rehab lalu dikeluarkan dari STP. Kemudian personil STP lainya menggamit vokalis baru "Dave Coutts" dgn membuat band bernama Talk Show. Sayang tidak sukses. Setelah Scott selesai rehab, dia sempat merilis album solo. Kemudian lama setelah itu, tahun 1999 mereka bergabung lagi dan merilis album baru "No. 4". Berlanjut album "Shangri_La Dee Da" dan album the best "Thank You" yg mengakhiri perjalanan mereka (untuk sementara). Kemudian Scott membentuk band baru Velvet Revolver bersama ex-personil Guuns N' Roses dan personil STP lainya membentuk band baru "Army of Anyone" dgn Richard Patrick vokalis band industrial rock "Filter". Sayang AoA juga kurang sukses. Padahal dgn nama besar seperti Richard dari Filter terdengar sangat menjanjikan. Tapi mungkin chemicalnya aja yg gak cocok. Dan bukanya personil STP nggak ok. Mereka terbukti memiliki musikalitas yg tinggi, tapi mungkin mereka memang sudah ditakdirkan utuk bersama Scott biar bisa pas. Setelah selesai tur, STP akan masuk studio utuk merilis album come back mereka. Ok, kita tunggu saja bagaimana kiprah mereka selanjutnya. Sejelek-jeleknya STP mah, tetep bagus!
 Maaf terlambat 12 hari. 6 tahun yg lalu tepatnya tanggal 5 april 2002 telah meninggal seorang legendaris grunge yg terlupakan. Mengingat kebanyakan orang tahunya cuma Kurt Cobain. Tapi Layne dulunya adalah vokalis band Alice In Chains, salah satu dari 5 besar band grunge terbaik sepanjang masa selain Nirvana, Pearl Jam, Stone Temple Pilots & Soundgarden. Bagaimana mungkin dia tidak masuk hitungan?
Layne lahir tanggal 22 agustus 1967 dan meninggal tanggal 5 april 2002 di usia 35 tahun. Masih ada waktu 7 tahun lagi buatku untuk menyusulnya ;) Kematianya disebabkan overdosis cocaine. Its been a long time favorite, wright?! Aku masih ingat ketika pertama kali aku suka bandnya. Waktu jaman kuliah dulu di rumah temanku 2Day, seorang skater junkies penggemar musik hardcore/punk, aku menemukan cd band yg gak nyambung dibanding koleksi2nya yg lain. Itu adalah cd Alice In Chains album Dirt. Waktu aku setel...woaaah! Them Bones, track pertama langsung menghentak begini. Dilanjutkan Dam The River track ke 2 yg gak kalah keren. 2Day bahkan menghibahkan cd ini begitu saja padaku karena gak suka musiknya. Dasar penggemar hardcore karbitan! But thanks, dude! ;) Semenjak itu aku berusaha melengkapi koleksiku dgn album2 AIC yg lain. Aku masih ingat lagu favoritku waktu itu, Junkhead. " Money, status, nothing to me. 'Cause your life is empty and bare" lyric yg selalu terngiang-ngiang di telingaku ketika aku getting high with some my friend. Dan setelah itu aku melayang ke lain galaxy. Ahhh...sungguh ekspetasi yg menakjubkan! Tapi sudah lah, itu hanya sekilas masa lalu. Pokoknya aku mengagumimu, Layne. Kamu berani jujur mengekspresikan kegelapanmu yg paling dalam sekalipun walau banyak orang yg membencimu karenanya. Coba aja lihat jaman sekarang, dimana orang2nya berusaha keras terlihat bahagia hanya agar dibilang normal padahal semuanya begitu palsu. Itu sebabnya aku selalu menyukai jaman 90'an, yg walaupun banyak kegelapannya tapi semuanya begitu jujur. Ok Layne, semoga di alam sana kamu merasa lebih tenang, bisa ketemu Kurt Cobain, River Phoenix & Heath Ledger dan bisa mabuk bareng tanpa kawatir O.D lagi. 7 tahun lagi aku akan menyusulmu..
Kota tenggelam di tengah malam, di tengah malam merintih blues yang sepi. Penderitaan macam apa yang dialami actor yang lagi bersinar ini untuk memilih mati? Sepertinya ketenaran tidak cukup untuk membahagiakanya, atau mungkin justru itu yang membebaninya.Coba lihat dia, sementara dia dipuja banyak orang, makan di restoran mewah & berkencan dengan wanita yang hanya bisa menjadi impian lelaki sedunia, sedangkan aku harus berurusan dengan darah, kekerasan, criminal, pelacur & donat setiap hari. Dan apakah aku pernah mengutuk hidupku lalu berpikiran untuk mati? Tidak sama sekali! Kadang kupikir aktor2 film itu hanyalah anak kecil yang cengeng & manja yang tidak bisa mensyukuri hidupnya. Malam ini tepatnya tanggal 22 january 2008 di apartemen lt.4 Soho, Manhattan ini tergeletak actor muda. Dugaan sementara dia overdosis obat depresan yg dia minum. Aneh, wajahnya seperti bahagia. Sepertinya dia senang sekali bisa lepas dari penderitaanya, apapun itu. Oh ya, nama actor ini Heath Ledger. Sudah 5 tahun aku menjadi detektif di kota ini. Setelah perceraianku dengan Lisa 3 tahun yang lalu, aku semakin memfokuskan hidupku di pekerjaan ini. Senang sekali bisa menghajar penjahat untuk melampiaskan kekesalanku. Atau kalo tidak, Jack Daniels selalu ada untuk menemaniku. Di TKP ini tidak ada tanda2 yg mencurigakan, tidak ada tanda2 perlawanan sama sekali. Sepertinya penyebab kematianya memang kecelakaan karena keracunan komplikasi obat2an yg dia minum. Kecuali satu hal yg menggangguku, sebuah kartu Joker yg tergeletak tak jauh dari tubuhnya. Ya aku tahu dia barusan memerankan The Joker di sequel Batman terbaru, The Dark Knight. Tapi membawa-bawa kartu ini sampai akhir hayatnya bukanlah kejadian yg normal. Mungkin dugaanku berlebihan, tapi kubawa saja untuk diperiksa di lab. The Joker…mengingatkanku pada masa kecilku. Ketika teman2ku kecanduan komik2 amerika itu, ada yg ingin menjadi Superman, Batman, Spiderman. Atau ingin menjadi rockstar & bintang film karena kebanyakan nonton MTV. Sampai ada salah satu temanku yg bertanya: "Steve, kamu kalo gede ntar mau menjadi apa?" "Aku mau menjadi detective." "Kenapa kamu mau jadi detective?" "Aku lebih suka mengejar daipada dikejar." Mungkin itulah perbedaan paling mendasar antara detective/polisi dengan rockstar/actor. Aku menemukan kesenangan tersendiri dari memecahkan kasus dan mengejar penjahat. Perasaan berkuasa dan mendapat kekuatan penuh yang memenuhi ego ku. Dan aku juga nggak harus memakai kostum konyol seperti superhero2 itu. Tapi mungkin juga, aku hanyalah seorang pengecut yang bersembunyi di balik pistol dan lencana. Tiba2 ada kabar dari laboratorium, bahwa di kartu Joker yg kutemukan tadi tidak terdeteksi adanya sidik jari sedikitpun. Aneh sekali, jika Ledger yg memilikinya, mengapa dia menyembunyikan sidik jarinya sendiri? Atau jangan2 ada orang lain yg sengaja menaruhnya disana? Tapi apa motifnya & siapa orang itu? Aku tahu kartu Joker adalah semacam Jimat bagi karakter The Joker didalam komik Batman. Dia selalu meninggalkanya di tempat dia melakukan kejahatan sebagai tanda bahwa dialah yg melakukanya. Mungkin ada orang yg mau membikin lelucon disini. Siapapun itu, leluconya sungguh tidak lucu! Aku berusaha mengintrogasi orang2 terdekatnya untuk mencari tahu apakah ada kejadian2 yg tidak lazim semasa syuting film pada diri Ledger. Pertama adalah sutradara film The Dark Knight yg barusan dibintanginya, Christoper Nolan. Mr.Nolan mengatakan tidak ada kejadian2 aneh atau sabotase semasa syuting berlangsung. Tapi dia melihat Ledger tampak begitu tertekan semasa syuting itu. Tapi dia menganggap itu hal yg wajar mengingat Ledger berusaha mendalami tokoh The Joker yg psycho sebaik mungkin. Mungkin dia malah jadi gila beneran. Lalu aku menanyai actor utamanya, Christian Bale. Dia mengatakan bahwa Ledger tampak begitu cemas akhir2 ini. Dia bercerita betapa Ledger tampak begitu tertekan akibat perpisahaanya dengan Wiliams (mantan istrinya) dan anaknya, Matilda Rose. Dia bercerita betapa dia sangat kehilangan mereka. Sampai sejauh ini aku tidak menemukan tanda2 orang ingin mencelakainya. Semuanya tampak mengacu bahwa kematian Ledger murni kecelakaan bahkan mungkin bunuh diri. Aku juga berpisah dengan Lisa, tapi aku tidak seputus asa itu. Huh..aktor film memang cengeng! Lalu aku berusaha mencari tahu darimana asal kartu Joker tersebut. Ternyata ini adalah kartu jenis langka yang sudah tidak diproduksi lagi. Pabriknya sudah lama tutup dan satu2nya toko yg menjualnya ada di Manhattan ini bernama"Rabit Star", sebuah toko penyedia alat2 sulap. Aku menuju kesana untuk mencari tahu siapa pembelinya. Aku bertemu Mr.Aleen pemilik toko tersebut. Dia mengenal kartu yg aku bawa dan memang hanya dijual di tokonya. Dan dia mengatakan hanya ada satu orang pelangganya yg selalu membeli kartu macam ini dan dia cukup mengenal orang tersebut karena sering ngobrol dengannya. Orang itu mengaku bernama Jack dan dia bekerja di produksi film Batman terbaru sebagai crew. Satu titik terang mulai muncul. Aku kembali ke studio film menemui Mr.Nolan dan menanyai apakah ada salah satu crew filmnya yg bernama Jack? Dia ingat orang itu, Jack orang yg sangat ceria, senang bercanda baik dengan sesame crew maupun actor2 lainya. Semua orang menyukainya. Nama lengkapnya Jack Pierrot. Tapi tidak ada yg tau dimana keberadaanya sekarang. Masa kontraknya sudah habis setelah selesai syuting & hpnya tidak bisa dihubung. Semacam menemukan jalan buntu disini, aku nggak mau berperasangka negative dulu. Tapi aku ingin tahu mengapa kartunya ada di dekat tubuh Ledger. Setelah aku perhatikan kartu itu, ternyata ada yg luput dari pengamatanku selama ini. Diterawang cahaya lampu, ternyata ada tulisan yg muncul pada kartu itu. Tertulis "di ujung pelangi, kau akan menemukan pundi2 berisi uang emas." Apakah ini petunjuk? Aku memeriksa kartu2 lain yg sama tapi tidak menemukan tulisan seperti itu. Pelangi…apakah itu menunjukan suatu tempat? Setelah aku periksa, ternyata hanya ada satu tempat yg berhubungan dengan kata pelangi. Yaitu Rainbow Hotel. Rainbow Hotel adalah hotel tua bobrok yg berada di sudut pinggiran kota Manhattan. Daerah yg ditinggali gelandangan, mucikari, bajingan dan apa sajalah yg terbuang dari kehidupan ini. Hmm…aku baru menyadari betapa tuanya kota ini. Di balik gemerlapnya cahaya di malam hari, tersembunyi jiwa2 yg mati. Mengejar sesuatu yg nihil, seperti godote. Itulah sebabnya aku menyukai kota ini. Tiba di loby hotel, aku menanyai resepsionis apakah ada seseorang yg bernama Jack Pierrot disini. Dia menyebut kamar nomor 382. Aku menelusuri lorong, aroma parfum murahan bercampur dengan bau muntahan orang mabuk disini. Ya…masih lebih baik daripada di mal tengah kota. Aku tiba didepan pintu no.382. Ternyata tidak dikunci. Aku masuk kedalam, gelas & botol berserakan di lantai. Gambar2 tokoh The Joker tertempel memenuhi salah satu sisi dinding. Dan tepat di tengah ruangan duduk seseorang seolah menungguku. Apakah dia yg maksub "pundi2 berisi uang emas" itu? Dia tak lebih daripada seorang pemabuk cacingan yg banyak berserakan dipinggir jalan. "Apakah kamu yg bernama Jack Pierrot?" "Ya. Dan aku juga yg membunuh Heth Ledger." Beberapa jam berikutnya di ruang introgasi, aku menanyai keparat ini. "Kenapa kamu membunuh Ledger?" "Tentu saja. Aku mengidolakan Joker dari semasa aku kecil sampai sekarang. Aku tahu semuanya tentang dia. Walaupun dia penjahat, tapi kurasa penjahat adalah manusia paling jujur di dunia. Dia adalah penjahat terbaik yg pernah ada. Dan ketika tokoh idolamu di nodai dengan actor homo seperti Ledger, apakah kamu diam saja?" Homo? Mungkin yg dia maksub adalah karakter yg dimainkan Ledger di film sebelumnya, "Broke Back Mountain." "Jesust, Jack! Itu kan cuma film?!" "Film? Tidak bung. Image yg kau dapat dari memerankan sebuah film akan kau bawa seumur hidupmu. Peran jelek yg kau bawa di film sebelumnya akan merusak karakter yg kau mainkan di film selanjutnya. "Lalu bagaimana kau membunuhnya?" "Selama syuting film aku mendekatinya. Mencoba memahaminya sebagai seorang teman yg dapat dipercaya. Berusaha memanas-manasinya tentang mantan istrinya yg sekarang sedang dekat dengan pria lain, tentang kegagalan seorang pria jika tidak mampu menjaga keutuhan keluarganya seberapapun suksesnya karir orang itu. Aku memanipulasinya dengan berbagai cara agar dia begitu tertekan sampai ingin mengakhiri hidupnya. Aku juga yg mensuplai obat2 depresi & insomnia itu & menyarankan meminumnya semua sekaligus melebihi takaran. Aku menatap matanya. Seperti lubang hitam yg amat dalam. Aku sering berhadapan dengan pembual, dan aku tahu orang ini tidak termasuk diantaranya. Gestur tubuhnya sangat tenang, perkataanya terkendali seolah2 dia yakin sekali dengan yg diucapkanya. Ternyata aku berhadapan dengan seorang diehard fans tokoh The Joker yg tidak rela tokoh pujaanya di rusak oleh actor yg tidak disukainya. "Lalu mengapa kamu meninggalkan kartu Joker itu di dekat mayat Ledger yg justru menuntunku kepadamu bahwa kau berhubungan dengan kasus ini?" "Aku sudah menunggumu, sir. Aku menunggu untuk ditemukan. Seperti The Joker yg selalu meninggalkan kartunya disetiap kejahatan yg dia lakukan sebagai pertanda bahwa dialah yg melakukan. Karena apalah artinya kejahatan jika tidak ada yg mengetahui siapa yg melakukanya? HAHAHAHAHAAA……!!" Sejenak aku miris mendengarnya. Bukan karena tawanya yg seperti serigala. Tapi pemikiranya yg sempit seperti itu. Walau harus kuakui keberanianya untuk mengakui kejahatanya. Tidak banyak penjahat yg dengan berani langsung mengakui dan menyerahkan dirinya seperti ini. Dia akan mendekam di penjara dalam waktu yg lama dgn tuduhan penghasutan yg berakibat kematian. Atau jika terbukti dia gila, akan selalu tersedia "Arkham Asylum" untuknya. Dari sini aku menemukan persamaan antara penjahat & actor film, "Bagaimana pada dasarnya mereka itu ingin diketahui & diakui eksistensinya atas apa yg mereka kerjakan. Betapa hausnya mereka akan popularitas." Malam ini Manhattan lebih sunyi dari sebelumnya.
malem minggu kemaren gw ma tmen2 sby nongkrong di sebuah restoran aneka bubur pakistan yg di radio dalam itu. gak disangka-sangka gw ketemu Abdil & Kemal. dua orang itu disana ketemunya juga gak disengaja. Abdil sama cew nya, Kemal sama temen2nya. ditambah gw jadi semacam reuni mini sangkuriang L2. gw dah gak ketemu mereka berapa tahun ya? 5th? tapi kalo Abdil pernah ketemu kira2 2th yg lalu di bdg. setelah tanya2 kabar, mereka semua ngakunya freelance. horee...ada temenya! kirain cuma gw aja yg freelance ;p
trus minggunya siang gw ke kemang mo liat proses pembuatan videoclipnya Yacko. dia temen smp ku di sby dulu. dah lama juga gak ketemu ni anak. terakhir waktu reuni JV6 dulu.sekarang dah jadi artis Hip-hop beken. dan secara gak disengaja lagi, gw ketemu Ari si anak ajaib dari Ruang Rupa. padahal seminggu sebelumnya juga ketemu di Aksara kemang. sempit sekali Jakarta ini. dia bantuin produksi vdclipnya Yacko jadi astrada. aslinya mah nyetel lagunya Yacko doang pas syuting buat guide. setelah chit-chat kesana kemari, sepertinya bakal ada job yg menarik nih dari Ari. mudah-mudahan saja.:)
 | dubber | Feb 13, '08 8:41 AM for everyone |
tadi barusan test vokal di salah satu tv swasta buat jadi dubber program news. ternyata membaca tak semudah dugaanku. yaa..membaca dalam hati dgn membaca diucapkan jauh berbeda. ngomong aja mbelibet cok. gw cuma mengandalkan suara bariton gw. sisanya menunggu & berdoa. udah ahh...:(
hari minggu tgl 27 kmarin gw blk k jkt bersamaan dng tutup usianya Suharto. padahal pesen tiketnya dah jauh2 hari sebelumnya. aku nggak percaya kebetulan, tapi tetap saja ngerasa aneh.
well, selamat jalan pak Harto. semoga amal ibadahmu diterima disisiNya...
 | balik | Jan 13, '08 7:49 AM for everyone |
barusan nyampe di sby. rencananya semingguan aja disini. refreshing. capek di jkt. well, not much to say.. im to tired...
sudah subuh masih di depan komputer. deadline hari ini lewat sudah. tadinya berencana mau istirahat seharian penuh ini. tp tiba2 tadi malam ada teman yg minta tolong menggantikan dia menjadi mat kodak siang ini. brangkat!!! aku harap kali ini nude session...;p
 | hegh... | Nov 19, '07 11:05 AM for everyone |
tiap hari pulang kayak kalong. yg satu belom selesai, yg laen dah dikasih lagi. sampe gak ada kesempatan buat bernafas. awas kalo benefitnya gak setimpal. kubunuh keparat itu!
*semakin mengerti sekarang, kenapa si sumbing itu berkeluh kesah selama ini. piss bro!*
deg - deg an... jantung berdebar - debar... nafas tidak teratur... berkeringat dingin... sakit. nyeri baget... sampe berdarah - darah... tapi tetep pingin lagi... tiba2 lg seneng2nya dengerin NeYo (so sick)... dan ini berlaku sekali seminggu dalam sebulan ini.... ohh, pertanda apakah ini? apakah ini sudah saatnya saya di opname?
kembali lagi ke idea field. berurusan dgn pram, dini hari & tekanan batin. brengsek, waktu nggak ada job, yg bener2 sepiiiiii bgt. begitu dapet 1 job, ehh malah dapat job dari tempat lain bertubi-tubi. dari dulu selalu saja begitu...selalu...selalu....selalu. sang waktu memang mempunyai selera humor yg sama sekali tidak berkelas...
a week a go i was working with some fabulous people. Pram (ex-Ranger Bastard), Makaveli (Godote forum), & specially Adit & Syaiful (The man who doesn't have computer but have a great skill). thanks for open my eyes. thanks for the inspiration. someday i will back and challenge you all again!
akhirnya dia sudah gak ada. pergi begitu saja. tanpa kabar (dgn sengaja gak bilang) dia yg menjadi object tulisan pertamaku di multiply. dia yg membuat status di friendsterku ber-treadmark its complicated. dia yg kujadikan alasan untuk bertahan dari segala masalahku selama ini nggak kupermasalahkan kepergiannya. cuma gak suka caranya menyembunyikan kebenaran. membuatku tidak cukup berharga untuk mengetahuinya. tidak memberiku kesempatan bertemu untuk terakhir kalinya. seharusnya aku tahu untuk tidak usah berharap banyak kepadanya. membuatku menghabiskan waktu percuma untuk memikirkanya. membiarkan aku digantung begitu lama... aku memang pernah melakukan hal yg buruk kepadanya. tapi dia juga pernah melakukan hal yg sama. mungkin ini cara dia untuk membalasnya. capek kalo kayak gini terus. ya udahlah, aku anggap selesai sampai disini. nggak selalu semuanya harus berakhir dengan baik. nggak perlu lagi melihat kebelakang, masih ada hal yg baik di depan. meninggalkan semuanya di belakang. walaupun aku mungkin nggak akan pernah bertemu dengannya lagi. walaupun aku mungkin nggak akan mendengar suaranya lagi.....
 | fuck up | Jul 25, '07 10:27 PM for everyone |
gw dari dulu selalu bikin kacau. padahal semuanya sudah mulai berjalan dgn sempurna, tapi aku selalu mengacaukanya tanpa alasan yg jelas. seperti nila setitik, rusak susu sebelangga. mereka bilang track record gw sudah bagus, tapi kenapa gw pada akhirnya harus menghancurkan semuanya dgn tindakanku yg nggak masuk akal itu? i don't know dude, maybe its was in my blood.
seperti generasi x tahun 90an yg selalu kacau jalan hidupnya. walaupun aku gak bisa menjadikanya alasan atas apa yg aku perbuat. kecuali kalo aku tukang mabok, junkies, narkoba, judi, atau apalah kasih gw alasan atas tindakanku. tapi aku jauh dari hal2 semacam itu. lalu apa alasanya? kenapa aku selalu mengulang-ulang kesalahan yg sama? terus terang aku nggak tahu... itu sebabnya hidupku selalu kacau
tapi yg jelas, pengalaman adalah guru terbaik. untuk belajar tidak mengulangi kesalahan2 yg sama, untuk belajar lebih baik dari sebelumnya. kalo aku sudah menyadari hal ini dan terus saja mengulangi kesalahan yg sama, ya akunya aja yg goblok!
| |